Ujian menjadi momok mengerikan bagi banyak siswa. 1001 perasaan bergejolak di dada, ada yang deg-degan, takut, menjadi lebih sensitive, dan masih banyak lagi. Ketakutan menghadapi ujian sangat mendominasi perasaan siswa kelas 6, 9, maupun kelas 12. Indikasi ketakutan itu banyak terjadi, segelintir siswa bahkan nekat mengakhiri hidupnya sebelum ujian berlangsung. Mereka meregang nyawa di area sekolah, gantung diri di pohon samping sekolah contohnya.
Sebenarnya pemerintah telah banyak mengadakan pelatihan serta persiapan menjelang ujian. Departemen Pendidikan di Kab.Sleman contohnya, yang rutin mengadakan TPM ( Tes Pendalaman Materi ) sebagai tolak ukur siswa kesiapan siswa menjelang ujian nasional. Siswa-siswi SMP N 1 Kalasan tahun ini menjalani 4 kali TPM, 2 kali TPM Kabupaten, 1 kali Provinsi, serta yang terakhir TPM khusus Sekolah Standar Nasional.
Bagi siswa-siswi SPENSAKA seharusnya telah terbiasa dengan situasi seperti ini. Terlebih sebelumnya sekolah sudah rutin mengadakan Uji Kompetensi Mingguan yang notabene menguji kompetensi siswa pada 4 bidang mata pelajaran yang diUNASkan.
TPM sebagai langkah persiapan menempuh ujian nasional tak bisa dianggap remeh. Melalui TPM banyak sekali pelajaran yang kita petik, seperti pendalaman akan materi yang akan diUNASkan, persiapan mental, serta bersiap untuk bersaing. Bersaing di antara teman 1 ruangan, 1 kelas, 1 sekolah, 1 kabupaten, serta 1 provinsi.
Namun jangan anggap bahwa hanya persiapan melalui TPM saja yang akan membawa kita pada pintu kesuksesan. Kita juga harus melakukan persiapan secara pribadi. Ingat, meskipun dia teman kita, sahabat kita, namun dalam meraih kesuksesan mereka adalah “musuh” kita. Tanamkan persepsi bahwa kita akan lebih baik daripada mereka! Kita pasti dapat mengalahkan mereka bagaimanapun caranya!
Saya yakin persiapan kalian beraneka-ragam. Mulai dari lebih giat belajar, intensitas belajar juga lebih banyak, ada yang rela membayar lebih untuk mengikuti bimbingan belajar, sampai les privat dengan harga yang cukup lumayan. Semua itu demi 1 tujuan : LULUS DENGAN NILAI YANG TERBAIK! SERTA DITERIMA DI SEKOLAH YANG SEJAK LAMA DIIMPIKAN!
Belajar giat, les sana-sini, tak akan sempurna tanpa diimbangi doa. Ada yang bilang kesuksesan berasal 10% dari usaha dan 90% dari doa. Ingat teman-teman semua ini datangnya dari Tuhan. Jangan lupa bersyukur! Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk umatNya. Percaya itu!
Minta doa restu pada orang yang dituakan juga tak kalah penting. Pada orang tua, kakek-nenek, guru. Terlebih pada ibu.
So, guys. Pintu kesuksesan di depanmu! Ayo kita sambut!
Kamis, 15 April 2010
SPENSAKA GOES TO BALI

hmmm… SPENSAKA study tour ke Bali. Mungkin nggak ya? Tahun-tahun sebelumnya kan tidak pernah diijinkan.
Beruntung sekali siswa-siswi kelas IX berkesempatan study-tour di Pulau Dewata ini. Di penghujung tahun 2009, tampaknya impian SMP N 1 Kalasan untuk mengadakan study tour ke Pulau Bali akan terealisasi. Yah. Setelah melalui serangkaian rapat, panitia akhirnya mengabulkan keinginan siswa.
Keceriaan di wajah mereka tampak saat bus wisata tiba di seberang lapangan Raden Rangga. Belum lagi begitu banyaknya siswa yang meng-update status di facebook, yang intinya “Bali, I’m coming!!!”
Perjalanan panjang dan melelahkan sama sekali tak dirasakannya. Yang ada di benak mereka hanya betapa elok nan eksotiknya Pulau Dewata, yang selama ini dikagumi oleh dunia Internasional. Ini adalah kali pertama aku berkunjung ke sana. Rasa penasaran itu membuatku makin tak sabar untuk segera menginjakkan kaki ke Pulau Khayangan.
Malam itu tak ada yang bisa tidur, mereka semua terjaga di dalam Bus Safari Dharma Raya. Semua mata terbelalak melihat indahnya ribuan lampu di Paiton, yang katanya tambang terbesar se-Asia Tenggara. Dini hari, kami berpindah naik kapal ferry menyeberangi selat Bali. Udara dingin menusuk kulit. Tapi salah seorang dari kami justru berdiri di sudut kapal sambil memperagakan adegan di film Titanic, sementara yang lain kompak menyanyikan lagu My Heart Will Go On. Lucu ya.
Kira-kira pukul 6 pagi WITA, kami sampai di pelabuhan di Pulau Bali. Waw… keren!!! Dari kaca bus kami melihat anak-anak sekolah di Bali sedang membersihkan lingkungan sekolah mereka, katanya sih hal itu termasuk upacara adat. Coba kalau ada adapt seperti itu di SMP N 1 Kalasan, betapa bersihnya sekolahku nanti, hehehe..
Kami mengunjungi banyak tempat wisata, seperti : Sangeh, Tanah Lot, Galuh, Bedugul, de el el. Kerennya lagi kami melihat Sunset di Kuta dan Sunrise di Sanur, kayak nama minuman. Sayangnya kami tak jadi berkunjung ke Kintamani. Cuaca hari itu sedang tak bersahabat. Hujan turun deras, hawa dingin menusuk tulang. Akibatnya aku, putri, dan pak rudy terserang flu berat. Kalau boleh jujur sebenarnya aku secara pribadi kurang puas dengan study tour ini, waktu berkunjung sangat terbatas, jadi masih penasaran, pengennya ya berlama-lama di sana. Tempatnya indah banget sih. Penduduknya juga ramah.
Tapi apa mau dikata, memang sudah diatur jadwalnya kok. Yah moga-moga aja orangtuaku rezekinya lancar, jadi bisa holiday di Bali. Hehehe. Amin!
HORE!!! AKU MENANG!!!!!
Yes! aku menang!!!!
Setidaknya itulah yang terbesit dalam otakku, tiap kali mendengar bahwa hasil karyaku mendapat tempat dalam berbagai perlombaan.
Sejak duduk di kelas 7b, aku mengikuti banyak perlombaan di antaranya Lomba Minat Baca, Lomba Cipta Puisi yang mendapat juara 3 tingkat Kabupaten, 2 kali mengikuti Lomba Mading yang salah satunya mendapat juara 1, Lomba Jurnalis dalam Festival e-Pendidikan 2009, dan lain-lain.
Bagiku mengikuti perlombaan adalah ajang untuk mengukur potensi diri, prestasi adalah hasil dari sebuah karya, dan kemenangan hanyalah sebuah bonus. Pola pikir itulah yang membuatku menjadi tidak begitu berambisi untuk meraih juara. Yang terpenting adalah usaha yang diiringi doa. Kalah tak jadi masalah, yang penting dapat pengalaman. Kalah/menang adalah sebuah prestasi. Dari kekalahan, aku belajar untuk merenung, mengevaluasi, serta berusaha lebih baik lagi.
Kecintaanku pada dunia sastra menuntunku untuk mengharumkan nama sekolah serta mempersembahkan 2 kejuaraan untuk SPENSAKA tercinta. Aku bangga saat menyerahkan piala-piala itu ke tangan Bapak Kepala Sekolah, terlebih mendengar tepuk tangan dari seluruh warga sekolah. Aku senang, bangga, terharu, hasil karyaku mendapat apresiasi yang sangat baik. Terlebih saat melihat senyum dari ayah dan ibuku.
Kemenangan ini bukanlah milikku seorang, terlebih kemenangan Mading. Ini juga kemenangan Kezia, Capella, Salsabila, serta Anggraini. Juga kemenangan Bu Ami, Bu Wiyani, Bu Agnes, serta Ibu Warti yang tak pernah bosan membimbing, mengasuh serta mengarahkan redaksi KARISMA untuk menuangkan ide dan gagasan mereka dalam bentuk tulisan, yang diharapkan mampu menginspirasi pembaca semua.
Melalui blog ini aku ingin berterimakasih pada guru pembimbing, redaksi KARISMA, serta pembaca semua. Thanks atas pengalaman berharga ini. Thanks atas apresiasi yang luar biasa. Jangan berhenti menulis, mencoret-coret lembar demi lembar kehidupan. Mari kita tinggalkan jejak yang pasti di setiap lembar kehidupan kita!
BHE BEST FRIEND

BBF atau Boys Before Flowers adalah drama korea paling fenomenal di kalangan remaja putri masa kini. Actor yang ganteng, keren, serta dibumbui kisah cinta ala ABG membuat film ini sayang untuk dilewatkan. Fenomena demam BBF juga menjangkiti SMP N 1 Kalasan, khususnya kelas 9b. Tiap pagi, serial drama korea itu selalu menjadi topic pembicaraan siswi 9b. Aku pun yang tadinya tak begitu peduli, iseng-iseng menonton dan akhirnya ketagihan.
Demam BBF di kelas 9B membuat sebagian mengaku-ngaku menjadi tokoh dalam drama tsb. Tika menjadi Min Ho, Erlin jadi Ji Hoo, Eriska jadi Wo Bin, Nafa jadi Yi Jung, serta Oci jadi Jan Di. Aneh-aneh saja ya teman-temanku ini. Tak apalah, namanya juga mengidolakan.
Tapi yang kita bahas disini bukanlah BBF drama korea tsb, melainkan Bhe Best Friend. Bersama-sama mewarnai kertas kehidupan selama 3 tahun. Pastinya meninggalkan banyak kenangan yang akan selalu membekas di lubuk hati masing-masing murid 9b. Mulai dari kenangan manis, kenangan pahit, maupun kisah cinta yang terselip dalam indahnya pertemanan yang selalu kita bina. Benih-benih kasih sayang yang membuat kita enggan berpisah satu sama lain.
Seperti histeria BBF yang sampai detik ini aku tak rela serial drama itu berakhir. Kita belajar bersama, tumbuh bersama, berbagi kisah bersama.
Tapi sebentar lagi akan dipisahkan oleh keadaan. Kita akan bersama berjuang meski berada di tempat berbeda. Berjuang menggapai masa depan yang gemilang.
Semoga persahabatan yang kita pupuk selama ini tak berakhir begitu saja seperti serial drama, semoga Bhe Best Friend abadi selamanya. . . selamanya. . .
GURUKU TERSAYANG. . GURUKU TERCINTA

Guruku tersayang… guruku tercinta, tanpamu apa jadinya aku… Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal…
Guruku.. terimakasihku…
Nampaknya sebait lagu di atas mampu menggambarkan betapa gigihnya perjuangan guru.
Sejak aku masuk di SMP N 1 Kalasan, aku pun belajar untuk mengenal guru-guru disana. Tiga tahun bukanlah waktu singkat. Dan beliau-beliau inilah yang membentukku jadi aku yang sekarang ini, yang telah beranjak dewasa, bahkan hampir masuk SMA.
Kenangan-kenangan indah yang masih melekat dalam ingatanku. Selama tiga tahun berada dalam bimbingan serta asuhan bapak-ibu guru, membuatku merasa bahwa mereka juga ayah-ibuku. Semakin hari, aku semakin sadar waktuku tak banyak. Aku takut kehilangan mereka. Yah.. tinggal beberapa bulan, beberapa minggu, jam, menit, bahkan detik.
Saat aku renungkan, aku telah banyak membuat beliau-beliau ini jengkel, marah, bahkan stres melihat tingkahku. Aku yang sering mengeluh tiap diberi tugas, aku yang malas mengerjakan PR, aku yang sering acuhkan pelajaran mereka, dan masih banyak lagi.
Namun dengan penuh kesabaran mereka mendidikku dengan sepenuh hati, walau terkadang aku-nya yang setengah hati. Padahal semua ini untukku, bukan untuk mereka. Kalau diminta memilih juga pasti mereka memilih duduk, diam, tanpa menggubrisku. Tapi kesabaran, keikhlasan, dan pengabdian merekalah yang mampu membuat mereka bertahan. Dan dari pengalaman merekalah aku termotivasi untuk menjadi guru. Alasannya simple, aku ingin merasakan apa yang dahulu mereka rasakan sewaktu mendidikku. Aku juga ingin generasi penerus nanti lebih hebat daripada yang sebelum-sebelumnya.
Cara mereka mengajar pun bervariasi, ada yang tegas, ada yang slow, ada yang terlalu sabar, ada yang unik,gokil, dan ada pula yang ter-kantuk. Nah dari sinilah, aku dan teman-teman memberi gelar kepada beliau, guru-guru SMP N 1 Kalasan.
• Guru ter-sabar : Bunda Warti
• Guru ter-gokil : Pak Wahyu
• Guru ter-ramah : Ibu Siti (guru olahraga kita)
• Guru ter-cantik : Mam Eni
• Guru ter-wangi : Mam Eni
• Guru ter-senyum : Pak Wardi dan Pak Kinen
• Guru ter-kantuk : Pak Mugi
• Guru ter-killer : Ibu Sumarsilah
Dan masih banyak lagi.
Di balik itu semua, terselip kisah-kisah lucu bersama mereka. Misalnya, Pak Wahyu yang janji pada anak-anak 9b yang katanya akan mentraktir mie ayam, tapi sampai saat ini belum jadi nyata. Lalu pelajaran Pak Mugi yang membuat anak-anak liyer-liyer, bahkan Oci pernah ketiduran dibuatnya, sementara anak-anak yang lain asyik mengemut permen kopiko, dan lain-lain.
Kisah-kisah lucu yang tak dapat terlupa. Dan melalui kisah-kisah itulah kenangan di SMP N 1 Kalasan akan jadi kenangan yang tak akan lapuk termakan usia.
PUSING. . .TUGAS MENUMPUK
Huuffft… tugas menumpuk!!! Belum mencoba mengerjakan, kok mengeluh duluan. Tugas seabreg memang bikin kita capek duluan, apalagi tugas yang menurut kita nggak menarik. Jangankan mengerjakan, dengar kata tugas aja kepala sudah pening, badan lemas, dan pegal semua.
Teman-temanku semua, ayo basmi virus-virus malas itu mulai detik ini. Kalau ibu-bapak guru memberi tugas, jangan langsung teriak huuuuuu…. Toh, kita suka atau tidak suka kan tetap harus mengerjakan. Kalau tidak mengerjakan resikonya ya nggak dapat nilai. Kalau sudah begini siapa yang rugi? Kita sendiri kan?
Kalau pun kita mengerjakan setengah hati, hasilnya juga nggak akan maksimal. Terus gimana dong? Pertama-tama kita harus merubah pola pikir kita yang lama. Tadinya kita mungkin hanya memikirkan. . haduh nilainya gimana ya, bagus nggak ya.. ah aku nggak bisa.. dan sebagainya, justru akan mematahkan semangat belajar kita. So, mulai sekarang yang terpenting adalah usahanya, ingat usaha yang dilakukan sepenuh hati. Semakin kita berusaha tuk jadi yang terbaik, hasilnya pun akan jauh lebih baik. Kalaupun gagal, jangan patah semangat! Renungkan! Bangkit! Lalu perbaiki semua. Ada pepatah yang bilang kan kalau kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Manusia sepintar apapun pasti pernah gagal kok.
Kedua, jangan biarkan tugas itu semakin menumpuk. Ketika kita diberi tugas kerjakan sedikit demi sedikit, kalau bisa selesai ya syukur, tapi kalau belum selesai ya tak apa-apa, istilahnya kan mencicil.
Kata pepatah lagi nih, “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” Istilah ini dapat kita implementasikan dalam 2 hal yakni, semakin banyaknya tugas atau malah tugas yang selesai lebih cepat. Yup, terkadang kita ngemingke, alah ming tugas koyo ngono, dan akhirnya nggak jadi mengerjakan, kesundulan tugas lain. Makin membumbung selangit deh tugasnya. Atau sebaliknya, tugasnya dikerjakan sedikit demi sedikit, lama-lama tugasnya pasti selesai.
Ketiga, saat mengerjakan tugas dilarang pasang tampang cemberut! Hehe.. Pekerjaan yang dijalani dengan situasi hati ceria, akan membuahkan hasil yang jauh lebih baik.
Nah, karena teman-teman sudah mengerti tipsnya. Mulai sekarang berusaha mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak-ibu guru sebaik-baiknya ya. Siiiph!
ANUGERAH TERINDAH YANG PERNAH KU MILIKI
Anugerah terindah yang pernah kumiliki. . . .
Sepertinya lirik dari lagu SO7 inilah yang dapat mewakili perasaanku saat berkesempatan sekolah di SMP N 1 Kalasan. Yah saat namaku terpampang di papan pengumuman Pendaftaran Siswa Baru, aku bahagia banget. Apalagi dengan NEM yang cukup lumayan, aku ada di peringkat ke-3. Setelah proses yang nggak tahu gimana. . . aku diterima masuk di kelas 7b SMP N 1 Kalasan. Tadinya sempat takut sih, lha wong aku dari kabupaten Bantul sendiri, aku nggak kenal siapapun. Ntar kalau nggak punya temen terus kepiye?
Tapi ketakutan itu tak berlangsung lama. Setelah aku mengenal satu per satu dari mereka. Bersama-sama belajar kemudian naik kelas, sampai detik ini duduk di kelas 9b. bersama merajut kisah selama 3 tahun membuat kami saling mengenal, mulai dari nama, alamat, orangtua, sampai sifat-sifat masing-masing. Sari misalnya, nggak banyak tingkah sih, tapi seru juga. Eriska juga, yang tadinya malu-malu ternyata narsis, hehehe. . . Di komputerku aja paling banyak malah fotonya Eriska. (hehe. . . sorry ya Eriska). Dan masih banyak lagi sifat dari teman-teman yang nggak terbayang sebelumnya.
Memiliki mereka adalah anugerah luar biasa dari Tuhan yang Maha Esa. Thanks God!!! Karena aku boleh berkawan bersama mereka hingga detik ini.
Di balik kebahagiaan itu, kadang terselip kerikil-kerikil perselisihan. Namanya juga manusia, pasti ada perbedaan. Terkadang perbedaan itu yang memancing perselisihan. Ada yang ngambek, ada yang diem-dieman, ada yang ngadu ma teman lain, ada yang nangis. Untung itu nggak berlangsung lama, bentar-bentar ngambek terus maafan deh. Lucu banget ya. Tapi aku percaya kok, justru semakin banyak perselisihan, hubungan pertemanan itu justru akan semakin kental, justru kita akan semakin mengenal. Dan kerikil perselisihan itulah yang membuat kenangan tentang kita jauh lebih indah.
Teman-temanku semua yang membaca ataupun tidak, sebenarnya sejak dulu aku mau bilang………… “ Aku sayang banget sama kalian. Aku bersyukur banget diijinkan untuk mengenal kalian. Maaf kalau terkadang aku menyebalkan! Tapi aku yakin kalian mengerti bahwa perbedaan di antara kita itu indah. Coba lihat di piano, tuts hitan dan putih hidup bersama di sana dan merangkai harmoni yang sangat indah. Semoga perbedaan di antara kita juga menjadikan indahnya harmoni kehidupan kita. Terimakasih kawan, terimakasih. Luph you,all!!! ”
Langganan:
Postingan (Atom)